Tegas ! Polres Tana Toraja Segel Salah Satu Cafe di Duga Langgar Prokes

oleh -

TANA TORAJASUARARAKYAT.INFO | Berdasarkan laporan dari masyarakat sehingga Personil Polres Tana Toraja mendatangi café Laruna, yang beralamat di kelurahan, Rantelemo. Kecamatan. Makale Utara, pada minggu (7/02/2021) malam.

Café laruna tersebut di duga telah melanggar Protokol Kesehatan dengan cara melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan banyak orang.

Oleh karena itu, aparat gabungan Polres Tana Toraja tiba di café Laruna Sekitar pukul 11.30 wita, Kemudian mendapati kerumunan puluhan orang yang tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak.

Kemudian itu, Personil polres Tana Toraja mengambil tindakan membubarkan kerumunan yang dilakukan oleh pemilik cafe laruna.

Pemilik Café Laruna Lel. Samuel Silo Eppa saat ini diamankan untuk dimintai keterangan, sementara pengunjung café yang masih sedang menikmati miras, dipaksa untuk bubar.

Selain dari pemilik, aparat juga membawa kasir dan sejumlah pelayan café laruna ke Mapolres Tana Toraja untuk di periksa lebi lanjut.

Bentuk dari dugaan pelanggaran Prokes ini, café Laruna yang merupakan TKP dari pelanggaran Prokes tersebut, di segel dengan police Line, penyegelan TKP dilakukan oleh kepolisian guna kepentingan proses hukum yang sedang berlangsung.

Penyegelan café Laruna di lakukan oleh Sat Reskrim Polres Tana Toraja pada hari Senin ( 8 /02/2021) sekitar pukul 11.30 wita, yang di pimpin langsung oleh Kasat Reskrim AKP. Jon Paerunan, SH, didampingi Unit resmob bersama Unit Identifikasi dan Kanit Tipidum IPDA J.S Nibel, S.AP, M.AP.

Dalam hal ini, Kapolres Tana Toraja AKBP. Sarly sollu, SIK, MH, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap pemilik café, Samuel Silo Eppa.

“Pemilik café Laruna, Samuel Silo Eppa sudah di periksa oleh rekan rekan penyidik, berikutnya, kasir dan pelayan café Laruna juga diperiksa. saat ini para rekan rekan penyidik juga sedang melakukan pemeriksaan terhadap Camat Makale Utara “. Sebut Sarly Sollu.

Terkait pemeriksaan terhadap Camat Makale Utara, Sarly Sollu menegaskan bahwa “bukan hanya pemilik café yang diperiksa, Camat pun akan di periksa karena di nilai selaku pemerintah setempat telah melakukan pembiaran dan tidak menegakkan Himbauan Protokol Kesehatan ditengah kondisi kedaruratan Kesehatan akibat dari pandemi covid-19.

Perlu di ketahui (kata Sarly Sollu) bahwa Pelanggaran Protokol Kesehatan dapat dijerat dengan Pasal 93 UU No. 6 tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan. Dan bagi pihak yang memfasilitasi pelanggaran Protokol Kesehatan dapat pula di jerat dengan pasal 216 KUHP, bahkan pejabat pun dapat dikenakan pasal 421 KUHP jika terbukti mengetahui tetapi tidak menghimbau atau membubarkan.

 

 

 

 

Reporter : Supardi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *