Sempat ditutup karena pandemi Covid 19, Wisata Lamassua Desa Bonto Masunggu Bone kembali dibuka

oleh -

SUARARAKYAT.INFO – BONE | Naja Mapaggiling selaku Kepala Desa Bonto Masunggu, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Bone memperkenalkan sejumlah tempat wisata di Desanya.

Seperti air terjun yang spotnya sangat indah, Air terjun Lamassua 7 tingkat wisatawan jalan kaki dengan jarak 350 meter dan Tarung Tarung yang terletak di dusun Takkella dengan jalan kaki kurang lebih 200 meter dan gua di dusun Elle wisatawan jalan kaki jika Musim hujan sekitar 1 kilometer, kalau musim kemarau hanya jarak tempuh sekitar 50 meter.

Lebih lanjut dikatakan Naja Mapaggiling, setiap wisatawan yang ingin berkunjung ke desa kami memang butuh waktu perjalanan, Selain jarak tempuh yang jauh, pengunjung juga melewati jalanan yang rusak parah.

Jika pengunjung lewat Kecamatan Tellulimpoe maka butuh waktu perjalanan puluhan kilo meter jika motor, dan jika mobil ratusan kilometer jalan alternatif Maros baru bisa tembus jika wisatawan mau akses terdekat maka wisatawan bisa lewat dari pangkep 40 km dan jika Makassar 90 KM “Ungkap Naja Mapaggiling. Kamis, 20 Agustus 2020

Namun itu tak jadi penghalang para wisatawan walaupun akses menuju tempat wisata cukup menantang karena harus berjalan kaki melewati hutan belantara dan lokasinya tersembunyi dan ketika sampai di air terjun, wisatawan akan berjumpa dengan kesejukan, kata Naja Mapaggiling.

Naja Mapaggiling menambahkan, dengan adanya Sumber Daya Alam (SDA) khususnya di sektor pariwisata, diharapakan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

Ini juga akan berdampak terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tinggal bagaimana mengelolanya,”tuturnya.

Sekadar diketahui sektor wisata ini, dapat menarik wisatawan dan menghasilkan devisa bagi daerah.

“Nantinya itu juga akan digunakan untuk pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari berbagai aspek,”Katanya saat dikonfirmasi Suararakyat.info melalui WhatsApp.

“Sebelumnya sempat kita tutup ini wisata karena pandemi Corona virus disease (Covid 19) Pungkasnya

Reporter : Aswin Rasyid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *