Kapolres Enrekang Ungkap Komplotan Pencurian Sarang Burung Walet

oleh -

ENREKANG – SUARARAKYAT.INFO | Kepala Kepolisian Resor Enrekang AKBP Dr. Andi Sinjaya, SH, S.Ik, MH menggelar pengungkapan kasus tindak pidana pencurian sarang burung walet yang didampingi Kasat Reskrim Polres Enrekang AKP Saharuddin, SH, M.Si, bertempat di Mapolres Enrekang pada hari Kamis (04/03/2021).

Pengungkapan tersebut Sebanyak 7 orang yang menjadi pelaku pencurian sarang burung walet. Diantara mereka, satu masih anak dibawah umur berinisal MA” 13 tahun yang beralamat di Kabupaten Enrekang. Sementara 6 orang dewasa lainnya, masing-masing inisial MH 23 tahun, A 41 tahun, MR 22 tahun, J 20 tahun, JD, 25 tahun dan IM 27 tahun. Mereka berlamat yang sama diwilayah Kabupaten Enrekang

Ke 7 pelaku itu, sudah diamankan di Polres Enrekang dan ditetapkan sebagai tersangka. Tempat Kejadian Perkara (TKP) tepatnya disebuah bangunan sarang burung walet milik korban H.M Saiful yang terletak di Jalan Industri No. 67 Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang. Diantara mereka (pelaku) memiliki hubungan keluarga dari korban, kemudian satu orang merupakan pekerja di sarang burung walet tersebut.

Kejadian pencurian bermula sejak pada bulan November 2020 sampai bulan Februari 2021 yang dilakukan secara bersama-sama dengan cara memanjat kemudian masuk lewat jendela dan mengambil sarang burung walet itu.

Kapolres Enrekang dalam press release ini menjelaskan “bahwa benar pada hari Minggu tanggal 21 Februari 2021 Anggota kepolisan Resor Enrekang Unit Pidum, Unit Resmob dan Polsek Enrekang melakukan Penangkapan yang diduga pelaku tindak pidana pencurian sarang burung walet secara bersama-sama di kediaman masing-masing tersangka, setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan terkait dengan pelaporan korban H.M.Saiful (S).

“Awalnya pada hari Sabtu tanggal 21 Februari 2021 sekitar pukul 11.00 Wita Korban memeriksa kandang sarang burung waletnya dan menemukan bahwa jendela itu telah rusak dan tali nilon yang digunakan untuk mengikat jendela telah putus. selanjutnya korban memeriksa kedalam lokasi sarang dan melihat sarang walet miliknya telah hilang.”

AKBP Dr. Andi Sinjaya, SH, S.Ik, menjelaskan beberapa peran bahwa “tersangka (Inisial MH) melakukan perbuatanya sebanyak 15 (lima Belas) kali dari bulan November 2020 sampai Bulan februari 2021. Tersangka (A) Melakukan perbuatannya sebanyak 8 (Delapan) kali dari bulan November 2020 sampai Bulan februari 2021. Tersangka (MR) melakuakn perbuatannya sebanyak 6 (Enam) kali dari Bulan November 2020 sampai Bulan Desember 2020. Tersangka (J) melakukan Perbuatannya sebanyak 7 (Tujuh) kali dari bulan November 2020 sampai Bulan Februari 2021. Tersangka (JD) melakukan Perbuatannya sebanyak 1 (satu) kali di bulan Desember 2020 dan tersangka (IM) melakukan perbuatanya di bulan Januari 2021.” Jelasnya

Setelah berhasil mengambil sarang walet tersebut, pelaku membawa ke wilayah Kabupaten Pinrang untuk di jual, Dan dari hasil penyidikan pelaku mengakui semua perbuatannya yang telah dilakukan

Kerugian ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, penyidik Sat Reskrim Polres Enrekang mengamankan beberapa barang bukti yang digunakan tersangka untuk melakukan perbuatannya.

Ke 6 orang tersangka melakukan sebuah pelanggaran dari Pasal 363 ayat (1) ke-4 dan ke-5 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUH-Pidana dan Pasal 363 ayat (1) ke-4 dan ke-5 KUHP jo Pasal 56 KUH-Pidana.

Sementara 1 orang pelaku yang masih dibawah umur tidak dilakukan penahanan namun diproses sesuai dengan undang-undang peradialan anak.

Kapolres Enrekang AKBP Dr. Andi Sinjaya SH, S.Ik, MH berharap kasus pencurian ini tidak terulang, dirinya juga menghimbau kepada masyarakat memperhatikan keamanan dari pada barang, keselamatan jiwa, jika ada kejadian agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian jangan ada main hakim sendri.

“Hal ini sebagai Peran orang tua agar betul-betul menjaga anaknya, keamanannya, keselamtannya dan memberikan edukasi agar anak kita terhindar dari permasalahan yang termasuk anak berhadapan hukum (ABH)”. Tandasnya.

 

Reporter : Ardi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *